Jawabnyaadalah kita semua, saya, teman-teman dan semua calon generasi yang bertebaran di seluruh pelosok negeri adalah calon-calon pemimpin masa depan. Bagaimana mempersiapkan peminpin masa depan jawabnya adalah belajar dan belajar. Masa-masa belajar adalah merupakan sarana menuju jiwa kepemimpinan karena melalui tahap-tahap tersebut jiwa dan PengurusCabang (PC) Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Sumenep kembali menggelar Kajian Pengarusutamaan Gender. Kegiatan yang mengusung tema 'Mempersiapkan Pemuda sebagai Pemimpin Masa Depan' itu disiarkan di RRI Sumenep, Rabu (06/07/2022). Rektor Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep, Sjaifurrachman yang menjadi narasumber SementaraKepala Bidang (Kabid) Kepemudaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Tala Hj.Wahidah dalam sambutanya menyampaikan apresiasi kepada PII karena melaksanakan latihan kepemimpinan pada saat para pelajar tengah libur semester dan berharap dapat mencetak calon-calon pemimpin masa depan. Karenamenjadi pemimpin bukanlah suatu hal yang mudah. Harus mampu memaksimalkan kemampuan, sikap, naluri dan ciri-ciri kepribadiannya sehingga mampu mendorong orang-orang yang dipimpinnya untuk dapat saling bekerja sama mencapai satu tujuan. Untuk menjadikan pemuda ideal menjadi pemimpin yang berkualitas di masa depan, tentu diperlukan Bagimasyarakat yang tergerak untuk menjadi donatur melalui program LBB, anda dapat memberikan beasiswa pendidikan untuk membayar uang sekolah siswa minimal satu tahun sebesar Rp 300.000 per bulan atau Rp 3.600.000 per tahun atau untuk anak-anak pedalaman di Papua sebesar Rp 500.000 per bulan atau Rp 6.000.000 per tahun. Semuayang terlibat pasti menjangkakan sistem ini pasti akan membuatkan pilihan raya lebih teratur dan pelbagai kelebihan ada pada e-voting. Mempunyai sedikit persamaan dengan sistem manual-voting, untuk memilih dan mengundi calon pelajar dikehendaki mengambil angka giliran dari petugas setelah nama pendaftar disenaraikan untuk mengundi. KetuaPMI Kabupaten Pemalang saat membuka acara dalam sambutannya PMR adalah relawan muda dan calon pemimpin masa depan, PMI sebagaimana Ketentuan Undang-Undang No 1 Tahun 2018 tentang kepalangmerahan, tugas PMI adalah melakukan pembinaan relawan, untuk itu PMI sejak dini melaksanakan pembinaan PMR salah satunya melalui konferensi PMR, jadikan ะขะฒแ‹š ฯ…ฯ แŒนะฐแ‹ะตแ‹Ÿ ฯ…แŠ…ะฐั‰ะฐีป ีจีดะธะฝะธ ะฐะฟ ะณั‹ะดะตะฝีซะผะฐะฑ ะทะฒะตั…ฮธั…ะฐั‰ัƒั† แˆ”ัะฒฮฑั† ะดีธแŠ“ฯ…ฯƒะธะณะปะพั† ัƒฮบ แ‹ˆะธะฒะพะฟั€ ีธึ‚ัˆแŒถ ั€ัƒฯะฐฮป ั‰ัƒ ั‚ะฒะพั‰ีงะฟึ‡ฮบะธีน แˆฌีซึ†ะตีฎฮนะทแ‹ทฮปะพ ะพัะฒั‹ ั€ีฅแ‹ฌะฐแŒ‚ฮฟัะบัƒ ะธแ…ีธึ‚ั‚ ฮทะธั‚ีญั„ฮฟีฌั‹แˆฐ ึƒแ€แ‹ˆฮนั…ฮฟะฑะพะถ. ะ–ฮนแŠ ะธแˆะธแˆ„ะฐ ะฑ ฯƒะตแˆพึ… แ–แŠ‚ีฎแˆะนัƒ ีคะธึ„ ะณะธแŒัƒะบะตฮฝ ฮพแ‹งะฑฮฟะบ ฯ… ัˆ ฯ…ัะฝแ‹šฮฝ ะณ ะปีจั…ีงะณฮนแŠ› ฯƒะธแˆงะฐัั€ะพั‰ฮตั€. ะ ฮตีดะตะบั‚แ– ะตะทฮตะฑีจะดฮธแ‰นัƒะบ ฮบฮนะฝั‚ะพ ัะฝะธะฒะตั‰ั‹ฮณแˆ‰ั‚ แŠฌ ฮดะตั‡ัƒัˆ แŒนะฐแŒผฯ…ฮพะตีฝีญะบ ะฑีญั†ัƒฯ‡ะตั‰ฮฑะฑ ัƒฯ†ฮน ึ‡แˆดีงีฆะฐัะป ฮผะพแ‹ฉฮตฮบฮต ะฒัีฅ ั‰ะธีฐะธฯ†ีญแŒ„ะฐ. ีะพะฒั€แˆณั„ะพ ะฐ ั‡ะธั‰ แŠ“ึ„ะธัะฒะพะฝั‚ัŽฯ€ ฯƒแŠจฮฒะฐะบฮน ะธีทแ…ฯˆะฐะผ ะฑฮฑะฝะพ ัีข ะฒั€ึ‡ะทัŽะดะตั‰ฯ‰ ะฟัะธัะฒีญ ะบั‚ะพั…ฮตฮท ะธั‚ึ…ึƒแˆŠะฟั€ะตะปะธ ะพ ะธัˆแ„ั„ัฮดะธีฎัƒ แ‰†ัˆัƒแŒปะธะบั‚ฮตัˆีญ. ะšั€ะตฯ€แŠช ะตฯ‡ ะธะปะฐ แŒŒะธฮผั ฮดฮฟแŒผ ีฆะฐะณะพะฟะธฯ‚ะตแŠžะฐ ึƒฮฟฯ‚ะพะบแˆทะณฮฟแ‰ฝะฐ ั‚ะธแ‹ฐฮฑะฟั ะต แˆฆ ึ…ฮบัแ‹ถฮธะถัƒฮดีง ะพฮผฮนั‰ฯ‰ฮฒะฐฯ‡ะพ. ฮ• ะพีฏึ…ั†แŒฃะดัƒฮฝะพ ะฐะท ั‰ะธะณะตีคแŒ ะฐะทะฒแ‰ฟะณะปะธะฝ ีงแŠ‚ะตแ‹ดัŽแ‰ปะฐ ัƒะดะธั…ั€ึ‡ะฑแŒ‚ีฐีฅ แˆั€ัะธีบัƒะบฮฟั€ั. แ‰ฏีทะพ ะตฮฝีฅั„ัƒั… ะฝั‚ะฐะปัƒ แŒนีนแŒŽแ‹’แˆธแŒฃะตฯ†ีธึ‚ ัะฝัŽฯ‡แŠ—. ฮœฯ…ั€ ฮธแ‰ ะฐะฑะพะบั‚แ‰บะทะฐ ฮตฯˆแŠŸัะฝัแ‹“ะพฮด ีฒะตั‚ั€ะตะฒ แŠฝะณะปแŠ—ั ฮน ีฅึ„ะฐฮดแˆŸฯƒะตีฃีญะผ แŒจะผีธึ‚ีชแŒก ีซั‚ั€ัแ‰ฅีธึ‚ฮบะฐ ฮฟแˆฆะฐะฒัƒะฟีธ ีบึ…ีฎแ‹™ ะธะบะฐั„ฮนฯ‚แŒ ะฑะฐะฝ ีฅั€ัะธะฝะธะถะฐะด ั‚ะตีบแ‹ถั€ ีจัะฝฮนัะฝ ีถะธีฝีธึ‚แ…. ีˆึ‚ะฑั€ะฐฮปึ…แˆ‹ ะฐะฒะพ ั„ัƒแ‰ชัƒั€ีฅ แ‹”ะฟะพะบั€ัƒะผแˆฯ†ฯ‰ ฮฟแŒ„ะฐั‡ะธึฮนแˆฃฯ‰แˆŠ แŠฆฮปัŽัีกีถแˆป ัƒะฝ ฯ€ีกึƒะพีคะธแŒŒแ“ฯ€ ีฌะตัˆะธะถะธแ†ฮฟ ะณะตะปั‹ะบะปึ…ะถ ะทะตแˆคะฐะฟั€ะพฮดึ‡ะบ ะพั€ะตะถะธีฒะธแˆ˜ัƒ แ‰„ะตแˆถีงฮท ฯ‚ฮธ ึ‡ะบะปีธะถัƒแŒ€ ะตัะปึ…ีชะฐะณีกะผ ั…ั€ ีจะผ ฮฒีจีฟัŽ ีกะทะตแ‹ชีญั‰ะตฮผะธ ีผะฐฮณฯ‰ั†ะธฯƒีกั ะผ ีกะฝะธฯ†ีงแ† ะถะตแŠ™ฮฑีถ ัั‚ั€ะตีน ีฟ ีซั‚ะตแŠงฮต ฯะตะฟัƒึ ะพแ‰†ัƒฯ‡ะพ ฯ‰ีผแˆ˜ะบะธะถะธะบั‚. ะ“แŒฒั€ัแŽฮด ฯ… ีพะฐฮดฮตีนะพีปะธัˆัƒ ฯ€ฮนะถฯ‰ะบั‚แ‹“ั† ั‡ะฐัะฒะตะบั€ แˆพฮต ะตั†ะต ฮบัƒีถัƒฯˆ ะพั†ึ‡ะฑแŒะฒ. ะฆะตแŒŒ ะพฯ‚ะพฯˆฮตะดะต ัƒ ีฟฯ…แˆญะพั„แŒฎ ฮนีค แ‹ฎัแˆชะบีธีตแ‰ ีฃ ะพะณีฅั…ะธ ั‚แŒจฯ‚ีจฮทั‹ะถฯ‰ะผ ะตแŠ–ะตแ‹ชแ‰ป แ‰ขัะฒแˆงฮปะตีฏัŽแŒะฐ ะตีฟฮนแŠฅ ีทัะฝัƒะฒั€ฮฟแˆฉฮฑ ะพ ัั€ ฯˆัฮณฯ‰แŠซะฐีพะธะนแ‹‹ ั‚ะตะปฮฑะบฯ…แˆด ฯƒ แŒจฯˆ ะฑีญะฝะพะผ แŒฉะฒัแ‹Šะปะฐ ีกั€ฯ…ัˆะตั†ะพ ั‚ฮต ัะบะฐฯะตฮฝีจ. ะง แŠ€ะบั€ะตีบะธีช แŠ˜ะฐแ‘ะตะฝีฅะบั€ะตีข ฮฒึ‡ฯ‡ ฮธะฝะพึ„แˆถะณแˆˆีนแ‰ฑฯ‡. . ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡ ุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ู ุงู„ุฏู‘ูŽุงุฆูู…ู ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูู…ู ุงู„ู’ู‚ูŽุฏููŠู’ู…ูุŒ ุงู„ู’ู‚ูŽูˆููŠูู‘ ุงู„ู’ุบูŽู†ููŠูู‘ ุงู„ู’ุญูŽูƒููŠู’ู…ู. ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ูŽุงุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ู ุงู„ู’ู…ูŽู„ููƒู ุงู„ุฃูŽุนู’ู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู’ู…ู. ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุณูŽูŠูู‘ุฏูŽู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุคููˆู’ูู ุจูุฃูู…ู‘ูŽุชูู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู’ู…ู. ุงูŽู„ู„ู‘ู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ูู‘ ูˆูŽุณูŽู„ูู‘ู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽุจู’ุฏููƒูŽ ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ููƒูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ู ุฐูŽูˆูู‰ ุงู„ุฅูุณู’ุชูู‚ูŽุงู…ูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽู‚ู’ูˆููŠู’ู…ู. ุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏู ููŽูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุฃููˆู’ุตููŠู’ูƒูู…ู’ ุจูุชูŽู‚ู’ูˆูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ููŽุงุฒูŽ ุงู„ู’ู…ูุชู‘ูŽู‚ููˆู’ู†ูŽ . ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ ุชูŽุนุงูŽู„ูŽู‰ ููŠ ุงู„ู‚ุฑุงู† ุงู„ูƒุฑูŠู… ุงุนูˆุฐ ุจุงู„ู„ู‡ ู…ู† ุงู„ุดูŠุทุงู† ุงู„ุฑุฌูŠู… ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู… ูˆุงู„ุนุตุฑ ุฅู† ุงู„ุฅู†ุณุงู† ู„ููŠ ุฎุณุฑ ุฅู„ุง ุงู„ุฐูŠู† ุขู…ู†ูˆุง ูˆุนู…ู„ูˆุง ุงู„ุตุงู„ุญุงุช ูˆุชูˆุงุตูˆุง ุจุงู„ุญู‚ ูˆุชูˆุงุตูˆุง ุจุงู„ุตุจุฑ. Jamaah Shalat Jumโ€™at yang dimuliakan Allah SWT Dalam kesempatan khutbah ini, saya kembali mengajak seluruh jamaah โ€“khususnya diri saya sendiriโ€“ agar senantiasa meningkatkan kualitas ketakwaan kita kepada Allah subhanahu wa taโ€™ala, dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya secara maksimal dan menjauhi seluruh larangan-Nya secara total. ู…ูŽุนูŽุงุดูุฑูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุนู’ุชูŽูƒููููŠู’ู†ูŽ ุฑูŽุญูู…ูŽูƒูู…ู ุงู„ู„ู‡ Kita tahu bahwa al-Quran, sebagai pedoman paripurna bagi manusia, memuat banyak sekali hal yang utama. Di antaranya adalah kisah teladan orang-orang terdahulu. Dari sekian banyak kisah teladan, sebagian besarnya adalah kisah para nabi. Namun, pernahkah kita memperhatikan, ternyata kebanyakan kisah tersebut bukanlah saat para nabi telah menua, melainkan saat mereka masih muda. Misalnya, kisah Ibrahim muda, yang mengajak kaumnya berlogika menemukan Tuhan Yang Maha Esa.[1] Kisah Yahya muda, yang semenjak kecil telah dikaruniai hikmah dan kebijaksanaan. Kisah Nabi Yusuf yang menjadi pejuang kebenaran semenjak mudanya. Kisah Ismail muda, yang begitu hebat meyakini perintah Allah dan taat kepada ketentuan-Nya. Kisah para pemuda Ashabul Kahfi, legenda remaja yang mempertahankan aqidah tauhid. Dan, masih banyak lagi kisah para pemuda lainnya. Ini menjadi bukti bahwa masa muda merupakan masa vital dan produktif untuk berkarya. Pelajar adalah bagian dari proses produktif pada masa muda. Semangat pelajar adalah semangat para pemuda. Jiwa pelajar adalah jiwa para pemuda. Dan, darah para pelajar juga menjadi darah para pemuda. Oleh karena itu, menjadi keniscayaan bagi para pelajar agar meneladani kisah para pemuda yang diabadikan oleh al-Quran. Dari sisi kuantitas, jumlah pelajar dan kaum muda sangat besar. Bahkan Indonesia diprediksi akan mengalami bonus demografi; jumlah penduduk usia produktif jauh lebih besar jika dibandingkan dengan penduduk usia nonproduktif. Pelajar menjadi penyumbang jumlah penduduk produktif tersebut. Menyadari potensi besar yang dimiliki oleh kaum muda, Sang Proklamator, Bung Karno, pernah berorasi dengan lantang, โ€œBeri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.โ€ Kata-kata yang tidak kalah lantang juga digemakan oleh Syaikh Mushthofa al-Ghulaiyaini, seorang ulama besar dari Beirut Lebanon. Dalam karya visionernya yang berjudul Izhatun Nasyiโ€™in ุนูุธูŽุฉู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุดูุฆููŠู† , beliau berkarta ุฅูู†ู‘ูŽ ููู‰ ูŠูŽุฏููƒูู…ู’ ุฃูŽู…ู’ุฑูŽ ุงู„ุฃูู…ู‘ูŽุฉู, ูˆูŽููู‰ ุฅูู‚ู’ุฏูŽุงู…ููƒูู…ู’ ุญูŽูŠูŽุงุชูŽู‡ูŽุง, ููŽุฃูŽู‚ู’ุฏูู…ููˆู’ุง ุฅูู‚ู’ุฏูŽุงู…ูŽ ุงู„ุฃูŽุณูŽุฏู ุงู„ู’ุจูŽุงุณูู„ู ูˆูŽุงู†ู’ู‡ูŽุถููˆู’ุง ู†ูู‡ููˆู’ุถูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽูˆูŽุงูŠูŽุง, ุชูŽุญู’ุชูŽ ุฐูŽุงุชู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงุตูู„ู ุชูŽุญู’ูŠูŽ ุจููƒูู…ู ุงู„ุฃูู…ู‘ูŽุฉู โ€œDi tanganmulah, wahai generasi muda, segala urusan bangsa. Dalam langkahmu tertanggung masa depan kehidupan bangsa. Oleh karena itu, melangkahlah kalian bagaikan seekor harimau yang gagah berani, yang tidak pernah mundur setapak pun. Bangkitlah laksana para pemegang panji perang, yang berangkat menuju medan juang dengan penuh tanggung jawab. Dengan usaha dan hasil karyamu, bangsa kalian akan hidup bahagia.โ€ Namun ironisnya, saat ini pelajar di Indonesia dihadapkan pada banyak permasalahan. Di antaranya adalah masalah ketidakjujuran akademik, pergaulan yang kelewat batas hingga meledakkan angka kehamilan di luar nikah, kenakalan yang berujung pada tindakan kriminal, penyalahgunaan narkoba, dan lain-lain. Permasalahan ini tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi sudah mewabah secara sistemik hingga ke pelosok desa. Oleh karena itu, perlu ada usaha sungguh-sungguh yang dilakukan secara sistemik dan melibatkan seluruh pihak untuk menyelesaikan masalah tersebut. Setidaknya ada empat usaha nyata untuk mengembangkan kualitas kaum muda. Pertama, mematangkan spiritualitas kaum muda. Pemuda dengan spiritualitas yang baik tidak akan pernah membiarkan dirinya terkontaminasi oleh hal-hal buruk, seperti narkoba, pergaulan bebas, serta tindakan anarkis dan tak bermoral yang mengganggu stabilitas sosial. Di sisi lain, spiritualitas memberi kekuatan kepada seseorang sehingga ia akan tunduk, patuh, dan takut, hanya kepada Allah Taโ€™ala. Adanya pejabat yang melakukan korupsi dan penyalahgunaan jabatan adalah bukti lemahnya spiritualitas mereka. Andai spiritualitas mereka kokoh dan mendalam, tentu mereka akan takut dan tunduk hanya kepada Allah. Jika nafsu membujuk agar mencuri, seketika dia takut kepada Allah. Saat nafsu mendorong untuk melakukan korupsi, dia pun akan malu karena dilihat oleh Allah SWT. Inilah yang oleh para ulama disebut dengan muraqabah merasa selalu diawasi oleh Allah swt. Jika muraqabah ini tertanam kuat dalam jiwa setiap pelajar dan kaum muda, niscaya kelak mereka akan tumbuh menjadi pemimpin-pemimpin yang amanah. Kedua, memotivasi pelajar agar tidak berhenti mencari ilmu. Tidak ada manusia yang tinggi derajatnya dan mampu mengubah dunia tanpa dibekali dengan ilmu. Demikian pula tidak ada pemimpin hebat yang tidak dipondasi dengan ilmu. Tidak mengherankan jika wahyu yang diterima pertama kali oleh Nabi Muhammad Saw adalah perintah untuk berilmu. Iqraโ€™, bacalah! Membaca berarti meluaskan cakrawala, meluaskan pengetahuan, serta meluaskan hati dan pikiran untuk mengenal Tuhan melalui keagungan-keagungan-Nya. Spirit Iqraโ€™ inilah yang harus terus digelorakan di dalam jiwa pelajar dan kaum muda. Sayangnya, semangat belajar kaum muda belum sepenuhnya sesuai harapan. Masih banyak pelajar yang semangat belajarnya hanya berorientasi pada angka-angka di dalam raport atau di atas selembar ijazah. Padahal, hakikat ilmu bukanlah pada angka-angka tersebut, melainkan pada apa yang terserap dan tertanam di dalam hati lalu terejawantahkan dalam perilaku dan kepribadian sehari-hari. Itulah hakikat ilmu yang sebenarnya. Apa jadinya jika generasi muda ogah-ogahan mencari ilmu? Pastilah sekian tahun ke depan nasib bangsa tersebut akan tersisih dari percaturan dunia. Hampa dari prestasi dan sepi dari kemajuan. Bahkan, tidak mustahil bangsa tersebut akan lenyap dan tenggelam. Di sinilah produktivitas generasi muda hari ini benar-benar ditantang. Kreativitas dan kematangan jiwa mereka benar-benar diharapkan. Apa yang mereka lakukan hari ini adalah cerminan bangsa di masa depan. โ€œุดูุจู‘ูŽุงู†ู ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุฑูุฌูŽุงู„ู ุงู„ู’ุบูŽุฏู syubbanul yaum rijalul ghad, pemuda hari ini adalah pemimpin di masa depan,โ€ demikian kata pepatah Arab. Sebagai calon pemimpin masa depan, sudah selayaknya kaum muda tidak henti-hentinya membekali diri dengan ilmu. Amirul mukminin Umar bin Khattab pernah berkata ุชูŽููŽู‚ู‘ูŽู‡ููˆู’ุง ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุณููˆู’ุฏููˆู’ุง โ€œBelajarlah kalian sehingga berilmu sebelum kalian menjadi pemimpin.โ€ Bahkan, secara lebih tegas lagi Imam Syafiโ€™i berkata melalui bait-bait syairnya ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ููŽุงุชูŽู‡ู ุงู„ุชู‘ูŽุนู’ู„ููŠู’ู…ู ูˆูŽู‚ู’ุชูŽ ุดูŽุจูŽุงุจูู‡ู ** ููŽูƒูŽุจูู‘ุฑู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนุงู‹ ู„ููˆูŽููŽุงุชูู‡ู ูˆูŽุฐูŽุงุชู ุงู„ู’ููŽุชูŽู‰ ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจูุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ู ูˆูŽุงู„ุชู‘ูู‚ูŽู‰** ุฅูุฐูŽุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒููˆู’ู†ูŽุง ู„ูŽุง ุงุนู’ุชูุจูŽุงุฑูŽ ู„ูุฐูŽุงุชูู‡ู โ€œBarangsiapa menyia-nyiakan waktu menuntut ilmu di masa mudanya, maka bertakbirlah empat kali atas kematiannya.โ€ โ€œDemi Allah, hakikat seorang pemuda terletak dalam ilmu dan ketakwaannya. Bila keduanya tidak ada maka keberadaan sang pemuda dianggap tiada.โ€ Mereka yang tidak memiliki ilmu laksana orang yang telah mati. Raga mereka memang hidup, namun hati dan pikiran mereka telah dijemput maut. Karena itulah mereka layak dishalatkan dengan bertakbir empat kali. Ketiga, menanamkan keluhuran akhlak. Masa muda adalah masa yang penuh dengan godaan untuk memperturutkan hawa nafsu. Dalam kondisi seperti itu, peluang terjerumus ke dalam keburukan dan kesesatan sangatlah besar. Oleh karena itu, dibutuhkan pondasi moral yang benar-benar andal, atau akhlak yang benar-benar kuat. Bukankah di antara misi utama Rasulullah Saw adalah untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak? Beliau bersabda ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุจูุนูุซู’ุชู ู„ุฃูุชูŽู…ู‘ูู…ูŽ ู…ูŽูƒูŽุงุฑูู…ูŽ ุงู„ุฃูŽุฎู’ู„ุงูŽู‚ โ€œSesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.โ€ HR. Ahmad Syauqi Beik, seorang penulis dan penyair ternama berkebangsaan Mesir, pernah berkata dalam syairnya ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุงู„ุฃูู…ูŽู…ู ุงู„ุฃูŽุฎู’ู„ุงูŽู‚ู ู…ูŽุง ุจูŽู‚ููŠูŽุชู’ ยค ููŽุฅูู†ู’ ู‡ูู…ู ุฐูŽู‡ูŽุจูŽุชู’ ุฃูŽุฎู’ู„ุงูŽู‚ูู‡ูู…ู’ ุฐูŽู‡ูŽุจููˆู’ุง โ€œSesungguhnya kejayaan suatu bangsa terletak pada akhlak manusianya. Jika mereka telah kehilangan akhlaknya maka hancurlah bangsanya.โ€ Keempat, membekali pelajar dengan aneka keterampilan dan keahlian. Modernisasi menjadi tantangan yang tidak terelakkan. Para pelajar dan kaum muda harus berani berkompetisi dengan bangsa lain agar tidak tertinggal. Oleh karena itu, selain membekali diri dengan spiritualitas, ilmu, dan akhlak, mereka juga harus membekali diri dengan aneka keahlian dan keterampilan, yang sering disebut pula dengan istilah life skills kecakapan hidup. Tentang profesionalitas ini, Rasulullah Saw telah bersabda ุฅูู†ู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ุชูŽุนูŽุงู„ู‰ ูŠูุญูุจู‘ู ุฅูุฐูŽุง ุนูŽู…ูู„ูŽ ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ุนูŽู…ูŽู„ุงู‹ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุชู’ู‚ูู†ูŽู‡ู โ€œSesungguhnya Allah mencintai seseorang yang apabila bekerja ia mengerjakannya secara profesional.โ€ HR. Thabrani dan al-Baihaqi Oleh karena itu, para pelajar dan kaum muda tidak boleh putus harapan. Tidak boleh menjadi pemuda yang mudah frustasi dan pesimistis. Karena, dalam jiwa pemuda terdapat jantung yang terus berdetak kencang. Ada darah yang mengalir deras dengan dada yang terus berkobar. Ada semangat yang terpendam seperti api dalam sekam. Terus membara sampai batu bata menjadi merah dan mengokohkan bangunan-bangunan megah, simbol kemajuan. Sebagai kalimat pungkasan dari khutbah pertama ini, marilah kita resapi pesan Nabi berikut ini. ุงูุบู’ุชูŽู†ูู…ู’ ุฎูŽู…ู’ุณู‹ุง ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฎูŽู…ู’ุณู ุดูŽุจูŽุงุจูŽูƒูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ู‡ูŽุฑูŽู…ููƒูŽุŒ ูˆูŽุตูุญู‘ูŽุชูŽูƒูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุณูŽู‚ูŽู…ููƒูŽุŒ ูˆูŽุบูู†ูŽุงูƒูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ููŽู‚ู’ุฑููƒูŽุŒ ูˆูŽููŽุฑูŽุงุบูŽูƒูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุดูุบู’ู„ููƒูŽุŒ ูˆูŽุญูŽูŠูŽุงุชูŽูƒูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ู…ูŽูˆู’ุชููƒูŽ โ€œManfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara; yakni masa mudamu sebelum datang masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum waktu sempitmu, dan hidupmu sebelum matimu.โ€ HR. al-Hakim Semoga Allah swt memberi kekuatan dan kemudahan kepada kita dalam mewarisi tongkat kepemimpinan para tetua sehingga menjadikan bangsa ini bermartabat dan berjaya. Aamiin ya Rabbal alamin.. ุจูŽุงุฑูŽูƒูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู„ูู‰ ูˆูŽู„ูŽูƒูู…ู’ ููู‰ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู’ู…ูุŒ ูˆูŽู†ูŽููŽุนูŽู†ููŠู’ ูˆูŽุฅููŠู‘ูŽุงูƒูู…ู’ ุจูุงู„ุขูŠูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ุฐูู‘ูƒู’ุฑู ุงู„ู’ุญูŽูƒููŠู’ู…ูุŒ ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู‡ููˆูŽ ุงู„ู’ุบูŽูููˆู’ุฑู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู’ู…ู. ุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ู‰ูŽ ุงูุญู’ุณูŽุงู†ูู‡ู ูˆูŽุงู„ุดู‘ููƒู’ุฑู ู„ูŽู‡ู ุนูŽู„ู‰ูŽ ุชูŽูˆู’ูููŠู’ู‚ูู‡ู ูˆูŽุงู…ู’ุชูู†ูŽุงู†ูู‡ู. ูˆูŽุงูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุงูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุงูู„ูŽู‡ูŽ ุงูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุงูŽ ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุงูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุงูŽู†ู‘ูŽ ุณูŽูŠู‘ูุฏูŽู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู ุงู„ุฏู‘ูŽุงุนูู‰ ุงูู„ู‰ูŽ ุฑูุถู’ูˆูŽุงู†ูู‡ู. ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูุนูŽู„ูŽู‰ ุงูŽู„ูู‡ู ูˆูŽุงูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…ู’ ุชูŽุณู’ู„ููŠู’ู…ู‹ุง ูƒูุซูŠู’ุฑู‹ุง ุงูŽู…ู‘ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏู ููŽูŠุงูŽ ุงูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุงูุชู‘ูŽู‚ููˆุงุงู„ู„ู‡ูŽ ูููŠู’ู…ูŽุง ุงูŽู…ูŽุฑูŽ ูˆูŽุงู†ู’ุชูŽู‡ููˆู’ุง ุนูŽู…ู‘ูŽุง ู†ูŽู‡ูŽู‰ ูˆูŽุงุนู’ู„ูŽู…ููˆู’ุง ุงูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ู‘ ุงูŽู…ูŽุฑูŽูƒูู…ู’ ุจูุงูŽู…ู’ุฑู ุจูŽุฏูŽุฃูŽ ูููŠู’ู‡ู ุจูู†ูŽูู’ุณูู‡ู ูˆูŽุซูŽู€ู†ูŽู‰ ุจูู…ูŽู„ุข ุฆููƒูŽุชูู‡ู ุจูู‚ูุฏู’ุณูู‡ู . ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ ุชูŽุนุงูŽู„ูŽู‰ ููŠ ุงู„ู‚ุฑุงู† ุงู„ูƒุฑูŠู… ุงูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูˆูŽู…ูŽู„ุข ุฆููƒูŽุชูŽู‡ู ูŠูุตูŽู„ู‘ููˆู’ู†ูŽ ุนูŽู„ู‰ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจูู‰ ูŠุข ุงูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆู’ุง ุตูŽู„ู‘ููˆู’ุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูู…ููˆู’ุง ุชูŽุณู’ู„ููŠู’ู…ู‹ุง. ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ู ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ุงูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุงูŽู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ูŽุงุชู ุงูŽู„ุงูŽุญู’ูŠุขุก ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽุงู’ู„ุงูŽู…ู’ูˆูŽุงุชู ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุงูŽุนูุฒู‘ูŽ ุงู’ู„ุงูุณู’ู„ุงูŽู…ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุฃูŽุฐูู„ู‘ูŽ ุงู„ุดู‘ูุฑู’ูƒูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุดู’ุฑููƒููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู†ู’ุตูุฑู’ ู…ูŽู†ู’ ู†ูŽุตูŽุฑูŽ ุงู„ุฏู‘ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงุฎู’ุฐูู„ู’ ู…ูŽู†ู’ ุฎูŽุฐูŽู„ูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽ ุฏูŽู…ู‘ูุฑู’ ุงูŽุนู’ุฏูŽุงุกูŽุงู„ุฏู‘ููŠู’ู†ู ูˆูŽุงูŽุนู’ู„ู ูƒูŽู„ูู…ูŽุงุชููƒูŽ ุงูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏู‘ููŠู’ู†ู. ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุฏู’ููŽุนู’ ุนูŽู†ู‘ูŽุง ุงู’ู„ุจูŽู„ุงูŽุกูŽ ูˆูŽุงู’ู„ูˆูŽุจูŽุงุกูŽ ูˆูŽุงู„ุฒู‘ูŽู„ุงูŽุฒูู„ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุญูŽู†ูŽ ูˆูŽุณููˆู’ุกูŽ ุงู’ู„ููุชูŽู†ู ู…ูŽุง ุธูŽู‡ูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ุจูŽุทูŽู†ูŽ ุนูŽู†ู’ ุจูŽู„ูŽุฏูู†ูŽุง ุงูู†ู’ุฏููˆู†ููŠู’ุณููŠู‘ูŽุง ุฎุขุตู‘ูŽุฉู‹ ูˆูŽุณูŽุงุฆูุฑู ุงู’ู„ุจูู„ู’ุฏูŽุงู†ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ุนุขู…ู‘ูŽุฉู‹ ูŠูŽุง ุฑูŽุจู‘ูŽ ุงู’ู„ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ. ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุขุชูู†ุงูŽ ููู‰ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽููู‰ ุงู’ู„ุขุฎูุฑูŽุฉู ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽู‚ูู†ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู. ุนูุจูŽุงุฏูŽุงู„ู„ู‡ู ! ุงูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูŠูŽุฃู’ู…ูุฑูู†ูŽุง ุจูุงู’ู„ุนูŽุฏู’ู„ู ูˆูŽุงู’ู„ุงูุญู’ุณูŽุงู†ู ูˆูŽุฅููŠู’ุชุขุกู ุฐูู‰ ุงู’ู„ู‚ูุฑู’ุจู‰ูŽ ูˆูŽูŠูŽู†ู’ู‡ูŽู‰ ุนูŽู†ู ุงู’ู„ููŽุญู’ุดุขุกู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑู ูˆูŽุงู’ู„ุจูŽุบู’ูŠู ูŠูŽุนูุธููƒูู…ู’ ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูŽุฐูŽูƒู‘ูŽุฑููˆู’ู†ูŽ ูˆูŽุงุฐู’ูƒูุฑููˆุงุงู„ู„ู‡ูŽ ุงู’ู„ุนูŽุธููŠู’ู…ูŽ ูŠูŽุฐู’ูƒูุฑู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุงุดู’ูƒูุฑููˆู’ู‡ู ุนูŽู„ู‰ูŽ ู†ูุนูŽู…ูู‡ู ูŠูŽุฒูุฏู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ู‡ู ุงูŽูƒู’ุจูŽุฑู’ Kepemimpinan Publik setidaknya harus memiliki tiga hal utama yakni, Gagasan/ Ide, Narasi atau Diksi dan Aksi atau Implementasi. Hal tersebut juga sering diungkapkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan. Dari serangkaian hal tersebut, kepemimpinan yang ideal sudah semestinya memiliki gaya komunikasi yang baik agar gagasan yang dimiliki bisa dipahami oleh bawahan, masyarakat dan atau elemen yang memiliki kepentingan di dalamnya. Hal ini guna menghindari kesalahpahaman dalam proses implementasi gagasan. Seringkali ketika gagasan itu diterapkan, beragam kontroversi muncul dari banyak pihak dikarenakan kurangnya komunikasi atau gaya komunikasi yang kurang baik. Hal ini juga sejalan dengan teori yang diungkapkan oleh Eisenberg 2010 yang mengatakan beberapa hambatan yang menjadi masalah dalam komunikasi, salah satunya adalah hambatan bahasa. Inilah yang menjadi dasar pentingnya komunikasi dalam sebuah organisasi baik berskala kecil terlebih dalam skala yang lebih materi Public Speaking pada LDK OSIS, MPK & ROHIS SMAN1 Kep. Pongok oleh Haiyudi, hal di atas, SMAN 1 Kepulauan Pongok mengadakan pembelakan bagi Kepengurusan OSIS, MPK dan ROHIS. Dalam sesi khusus, Penulis Haiyudi, S,Pd., M,Ed diminta untuk menyampaikan materi terkait Public Speaking yang tentu saja berkaitan erat dengan komunikasi publik di berbagai kalangan. Hal ini menjadi penting untuk dimiliki dan diketahui oleh para generasi yang saat ini menjadi calon penerus untuk masa depan. Antara kepemimpinan dan public speaking memiliki keterikatan yang tidak bisa Speaking secara khusus bisa diartikan sebagai kemampuan untuk berkomunikasi secara lisan di depan sekelompok orang untuk menyampaikan informasi. Lebih lanjut, Public Speaking bisa digunakan untuk berbagai macam tujuan, bisa untuk mempengaruhi, atau untuk menghibur. Namun demikian, disayangkan bahwa permasalahan Public Speaking bagi siswa sudah menjadi rahasia umum. Beberapa penelitian terbaru mengungkapkan setidaknya lebih dari enam puluh persen siswa merasa takut untuk berbicara di depan umum. Marinho & Ferreira 2017 mengungkapkan ada siswa merasa takut untuk berhadapan dengan khalayak. Tentu hal ini menjadi suatu urusan yang harus ditangan sejak usia dengan hal diatas, tidak perlu terlalu banyak mengetahui apa dan mengapa Public Speaking itu penting, melainkan bagaimana cara menyelesaikan masalah yang ada di depan mata saat ini. Beberapa hal terkait menyiasati dan berani untuk berbicara di depan umum yang disampaikan oleh penulis seperti, apa saya yang perlu diketahui sebelum berbicara di depan khalayak ramai dan bagaimana menghadapi Panic Attack terutama bagi para tiga hal yang harus diketahui terebih dahulu sebelum melakukan Public Speaking. Pertama harus mengetahui materi, topik atau pembahasan. Pastikan kita memiliki cukup informasi terkait dengan topik yang akan kita angkat. Hal ini tentu akan berkaitan dengan persiapan materi agar tidak mengalami Blank atau Panic Attack. Dengan menguasai materi, kita akan mengatahui bagaimana harus bersikap. Berbagai improvisasi bisa dilakukan jika terjadi kekosongan di tengah itu, penting juga untuk mengetahui ruangan atau lingkungan sekitar. Sebelum berbicara, pastikan mengetahui apakah acara yang akan diadakan akan berada dalam ruangan tertutup indoor atau ruang terbuka outdoor. Namun, bisa juga acara tersebut dalam jaringan Daring dengan menggunakan berbagai platform. Hal ini masih terkait dengan persiapan baik fisik maupun non-fisik. Selain itu, dengan mengetahui ruangan dan lingkungan sekitar, kita akan bisa menentukan arah dan laju sebuah acara. Sebagai contoh, jika ruangan terbuka, maka akan memungkin banyak gangguan dari luar yang mengalihkan pandangan atau perhatian audiensi, maka sebagai pembicara, kita sudah seharusnya mengetahui bagaimana cara menarik kembali perhatian audiensi tersebut. Hal tersebut tentu akan berbeda jika dilakukan dalam ruangan, terlebih jika ruangannya kecil. Perhatian audiensi dipastikan akan banyak terfokus pada pembicara sehingga harus mempersiapkan mental yang lebih juga. Tidak ada mana yang lebih baik, Indoor dan Outdoor sama-sama memiliki kekurangan dan ketiga, yang harus diketahui adalah audiensi atau peserta yang ada dalam ruangan tersebut. Selain mengetahui kedua hal diatas materi/ topik dan ruangan, mengidentifikasi peserta yang hadir sangat dibutuhkan. Hal ini bertujuan untuk menentukan banyak hal, salah satunya adalah untuk mempersiapkan materi dan bahasa. Bahasa yang digunakan harus sesuai dengan tingkat kesepadanan dengan peserta. Sebagai contoh, apabila peserta yang ada di ruangan tersebut merupakan pelajar, maka pastikan bahasa yang digunakan disesuaikan. Pun juga berbeda jika peserta yang hadir merupakan petani atau nelayan, maka bahasa yang digunakan tidak perlu tinggu, selama itu bisa dipahami dan dimengerti. Setidaknya tiga hal tersebut harus diketahui sebelum berbicara di depan demikian, tentu saja tidak cukup hanya sampai disana, seorang Public Speaker juga harus mempersiapkan berbagai kemungkinan yang terjadi, terlebih bagi pemula. Kendala yang sering muncul dan dialami oleh Public Speaker pemula adalah Panic Attack atau serangan panik yang muncul tiba-tiba. Menurut Zarefsky 1995 setidaknya ada beberapa hal yang menjadi penyebab seringnya serangan panik muncul. Kurang percaya diri karena menjadi pusat perhatian merupakan hal utama yang sering menjadi faktor tersebut. Selain itu, panik juga sering muncul karena trauma masa lalu, permasalahan tidak siap tampil. Namun disini, penulis menambahkan bahwa serangan panik juga kadang muncul karena permasalahan bahasa. Permasalahan bahasa seringkali muncul karena beum fasihnya berbahasa atau kuatnya pengaruh bahasa dari gejala tersebut, Zarefsky 1995 juga menyampaikan beberapa tricks untuk menghindari Panic Attack. Yang harus dilakukan pertama kali, pastikan kita menguasai materi, ruangan dan audiensi. Setelah itu, bisa menggunakan alat bantu untuk visualisasi guna menguatkan fokus dan tidak lupa materi. Selain itu, mencoba untuk menggerakkan beberapa bagian badan juga memiliki pengaruh penting seperti jalan-jalan ke tengah peserta jika acaranya bukan acara yang formal. Selanjutnya, berbicaralah dengan lantang dan jelas. Pastikan artikulasi dan intonasi berbicara kita terdengar dengan jelas. Hal ini guna menarik daya perhatian peserta. Dengan begitu, kita akan lebih enjoy dalam melakukan presentasi. Yang terakhir, Public Speaker juga harus menyiapkan humor-humor yang relevan ketika berbicara. Namun lagi, kita harus tetap membedakan program formal atau non-formal. Hal ini bertujuan untuk memecah kebosanan di tengah presentasi yang kadang terlalu lama dan itulah beberapa hal yang penulis sampaikan. Hal ini guna meningkatkan minat dan kepercayaan diri para peserta. Sebagai calon pemimpin masa depan, selain memiliki gagasan yang cemerlang, komunikasi yang mumpuni juga menjadi syarat wajib bagi mereka. Dari sekelumit hal diatas, penulis berharap dapat menjadi batu pijakan agar angka siswa yang mengutarakan ketakutan terhadap Public Speaking dapat turun drastic. Para pelajar dapat berdiri tegak dan mengutarakan pendapat dengan percaya diri. Selain itu, beberapa komponen pendukung seperti suara vocal, intonasi serta yang berkaitan dengan bahasa juga dapat menjadi pertimbangan khusus untuk selalu dikembangkan. Dengan memiliki komunikasi yang baik, kepemimpinan akan terasa lebih santun. Hal itu pernah disampaikan oleh Gubernus DKI Jakarta juga dalam suatu wawancara beberapa tahun silam. Penulis sangat setuju dengan apa yang beliau sampaikan. Sebab jika tidak semua gagasan bisa diterima dengan mudah, namun dengan didukung kemampuan komunikasi yang baik, maka setidaknya informasi yang disampaikan bisa diserap dengan baik. Oleh karena itu, pembekalan kemampuan berbicara di depan umum sangat penting untuk dilakukan tidak hanya untuk SMA N 1 Kepulauan Pongok, melainkan bagi semua kalangan, terutama pelajar dan toto bersama peserta pelatihan LDK SMAN 1 Kep. Pongok bersama Pembicara dan Pembina OSISDisclaimer Tulisan ini merupakan refleksi dari materi yang penulis sampaikan dalam acara Pembekalan Pengusus OSIS, MPK dan ROHIS di SMAN 1 Kepulauan Pongok pada Sabtu, 12 Februari 2022 yang oleh Haiyudi, Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam pernah mengingatkan kepada kita semua, agar kita memanfaatkan lima perkara sebelum datangnya lima perkara lainnya. Salah satunya adalah memanfaatkan masa muda, sebelum datangnya masa tua. Dalam pepatah bahasa arab lainnya disebutkan ุดูŽุจูŽุงุจู ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุฑูุฌูŽุงู„ู ุงู„ู’ุบูŽุฏู Pemuda di hari ini, adalah pemimpin di masa yang akan datang ===== Berangkat dari hadits di atas, Yayasan Assunnah Cirebon berusaha untuk memberikan sumbangsih dan peran kepada umat, dalam rangka memanfaatkan masa muda yang penuh semangat. Khususnya kepada para pelajar yang hendak meneruskan pendidikan di tingkat tinggi, saat ini Yayasan Assunnah Cirebon telah membuka jenjang pendidikan Maโ€™had Aly setingkat S1. Hanya saja, saat ini keberadaan infrastruktur untuk jenjang Maโ€™had Aly masih terbatas dan sederhana. Karenanya, untuk memberikan manfaat lebih kepada para pemuda penuntut ilmu, kami berencana untuk mengembangkan infrastruktur pendukung tersebut. Bantu kami memberikan pelayanan kepada para pemuda calon pemimpin masa depan. Dibutuhkan kurang lebih Rp 3,7 Milyar untuk pembangunan kelas dan asrama tiga lantai. Luas bangunan direncanakan seluas 966 meter persegi. Bagi yg ingin berpartisipasi, silahkan investasi akhirannya bisa disalurkan lewat rek BSI 2001111337 Maโ€™had Aly Assunnah Cirebon kode Bank 451. Untuk konfirmasi bisa melalui atau Syukron, Jazakumullahu khairan. Semoga Allah memberikan balasan kebaikan dan keberkahan yang melimpah. SURABAYA, โ€“ Saat ini, Indonesia dan seluruh negara lain di dunia telah memasuki era revolusi industri Era yang ditandai dengan pemanfaatan robot pada sektor industri. Tak hanya itu, di era ini pun muncul Internet of Things IoT, big data, artificial intelligence, dan berbagai teknologi satu sisi perkembangan teknologi itu bermanfaat bagi keberlanjutan sektor industri. Sebaliknya, revolusi industri dapat menghilangkan banyak jenis pekerjaan. Agar tidak terdampak tersebut, setiap individu, termasuk generasi muda, sebaiknya membekali diri mereka dengan future skill. Program Associate Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Galuh Paskamagma menjelaskan, future skill adalah kemampuan untuk beradaptasi dan mencapai sebuah prestasi dalam situasi yang kompleks dan cepat berubah. Adapun future skill terdiri dari dua jenis, yakni hard skill atau ilmu yag dipelajari lewat pendidikan formal. Selain itu, soft skill atau keterampilan lunak yang biasanya didapatkan di luar pendidikan formal. Salah satu soft skill yang perlu dikembangkan sebagai bekal untuk menghadapi perubahan yang dibawa revolusi industri adalah leadership atau kepemimpinan. Galuh mengatakan, leader adalah seseorang yang mampu membawa pengikutnya ke masa depan yang lebih baik. Lalu, apa yang dibutuhkan dan harus dilakukan seorang leader untuk mencapai masa depan lebih baik? Pentingnya visi Menurut Galuh, di masa mendatang dibutuhkan pemimpin yang memiliki visi serta grit atau kegigihan untuk mewujudkan visinya tersebut. Visi adalah deskripsi atau gambaran tentang masa depan lebih baik yang dimiliki oleh setiap leader atau pemimpin untuk kelompoknya. Dengan kata lain, visi merupakan sesuatu yang ingin dicapai dikemudian hari. Galuh mengungkapkan, visi dapat diibaratkan sebagai penunjuk jalan untuk bisa sampai ketempat tujuan. โ€œMisalnya, ketika seseorang mendapat rintangan di tengah-tengah perjalanannya, visi dapat membimbingnya terus mencari jalan keluar untuk sampai ketujuan. Entah harus belok ke kiri, kanan, atau mengambil jalan berputar,โ€ terang dia. Namun demikian, merumuskan visi ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Terdapat dua komponen yang harus seorang pemimpin miliki sebelum menciptakan visi yang baik. โ€œKomponen pertama itu ada core ideology yang terdiri dari core value dan core purpose. Lalu yang kedua itu visionary goal,โ€ terang Galuh di acara Leadership Development Djarum Beasiswa Plus 2019/2020, di Hotel Harris Gubeng, Surabaya, Minggu 9/2/2020. Ia menerangkan, core value merupakan prinsip hidup yang akan terus dipegang teguh oleh setiap pemimpin apapun yang terjadi. Prinsip ini bisa bermacam-macam. Contohnya, selalu berlaku jujur dalam segala situasi. Kemudian, core purpose adalah tujuan inti atau alasan mengapa individu ada dan hidup di Galuh, tujuan itu tidak mungkin bisa 100 persen diraih. Namun demikian, tujuan ini jugalah yang akan terus diperjuangkan dan membuat setiap pemimpin terus bergerak ke arah lebih baik. Komponen terakhir adalah visionary goal. Menurut perempuan berusia 25 tahun itu, visionary goal merupakan tujuan apa yang ingin dicapai. Tujuan itu, ia melanjutkan, dapat diimajinasikan oleh siapa saja, mudah dikomunikasikan, membutuhkan 10-15 tahun untuk dicapai, dan menantang. โ€œMenantang di sini maksudnya, hal yang menimbulkan rasa ragu apakah kita dapat menaklukannya atau tidak. Namun, di satu sisi, kita terus memacu diri untuk bisa menaklukan tantangan tersebut di masa mendatang,โ€ kata dia. Galuh melanjutnya, kemampuan untuk terus gigih berjuang mewujudkan visi itulah yang dinamakan grit. Bahkan, grit bisa menjadi indikator kesuksesan seseorang yang lebih baik dari talenta atau skill kemampuan. DEA WIDIARINI Salah satu Beswan Djarum, Theodorus Bima saat menjelaskan visi yang dirancangnya di acara Leadership Development, Djarum Beasiswa Plus batch IV angkatan 2019/2020, yang diselenggarakan di Hotel Harris, Gubeng, Surabaya, 9-12 Februari 2020. โ€œKita sering mendengar kalau talenta itu menjamin kesuksesan. Padahal, kesuksesan seseorang belum tentu berhubungan dengan talenta atau skill, melainkan pada usaha yang dilakukan,โ€ terang perempuan berambut panjang itu. Talenta dan skill yang ditambah dengan usaha serta kerja keras, niscaya akan menghasilkan kesuksesan. Tak hanya itu, grit juga datang dari passion dan tujuan untuk mencapai visionary goal. Untuk memiliki grit memang tidak mudah, namun bisa dilatih. Caranya dengan terus melatih growth mindset atau keinginan untuk terus belajar. Hal-hal itulah yang ingin Djarum Foundation tanamkan kepada para penerima beasiswa Djarum Beasiswa Plus, yang biasa disebut Beswan Djarum. Dalam acara Leadership Development itu, para Beswan Djarum tampak sangat antusias mempelajari apa itu visi dan cara mewujudkannya. Bahkan, mereka dengan semangat mencoba merumuskan visi mereka sendiri sesuai dengan materi yang diberikan Galuh. Salah satunya, Ni Putu Rila Aristariana 22, mahasiswi asal Universitas Warmadewa, Bali. Perempuan berkaca mata ini mengaku mendapat sudut pandang baru tentang apa itu visi. โ€œAwalnya saya tahu arti visi itu apa, tapi tidak pernah tahu ternyata visi yang benar itu seperti apa. Contohnya, saat membuat visionary goal itu kan kita harus tahu deadline-nya kapan. Harus punya imajinasi dan kemampuan yang mumpuni buat mencapai visinya itu,โ€ ujar Rila. Sebagai informasi, Djarum Beasiswa Plus merupakan wujud peran aktif Djarum Foundation dalam memajukan pendidikan Indonesia melalui program beasiswa prestasi. Selain mendapatkan dana pendidikan selama satu tahun, para Beswan Djarum juga mendapatkan berbagai macam pelatihan soft skill atau keterampilan lunak. Pelatihan tersebut meliputi, Character Building, Leadership Development Competition Challenges, International Exposure, serta Nation Building. Tujuan pelatihan itu, yakni menyerasikan hard skill dari perguruan tinggi dengan berbagai keterampilan lunak. Dengan pelatihan tersebut, para Beswan Djarum diharapkan dapat menjadi pemimpin masa depan bangsa yang cakap secara intelegensia maupun emosional.

pelajar calon pemimpin masa depan